alderine

Sepatah Kata

Posts Tagged ‘random

Terakhir Kali Menangis

leave a comment »

Terakhir kali menangis itu kurang lebih setahun yang lalu. Masa diklat PROKM. Dan kurasa, worthed lah alasan menangis ini menjadi sesuatu yang terakhir ditangisi. Di mana alasan ini hanya aku, Yoga, dan Tuhan yang tau. Yoga? Kenapa Yoga? Aku sendiri nggak tau, kenapa waktu itu ceritanya sama Yoga, tapi ya sudahlah.

Setahun. Menyimpan air mata. Karena sudah bertahun-tahun air mata terbuang percuma. Melewati malam-malam yang nggak pernah luput dari yang sesenggukan hingga yang menghasilkan residu berupa setumpuk tissu. Yah.

Bertahun-tahun. Tidak mudah ya. Wasted 9 tahun, yang setengahnya (atau mungkin lebih) penuh air mata.

Aku (masih) takut jatuh cinta lagi.

Advertisements

Written by Alderine

July 17, 2012 at 6:13 pm

Posted in Seputar Saya

Tagged with

Lemah

leave a comment »

Selewat mendengar di radio, tentang seseorang yang polos kemudian di brainwash, agar melakukan hal-hal tertentu oleh pihak tertentu pula, setelah pihak tertentu ini melihat potensi yang dimiliki anak polos baik hati ini. Hmm.

Yaa memang hal yang biasa, terkadang kita yang memiliki kekuatan lebih tentu ingin menguasai, bukan? Seperti kata dosen saya, kebutuhan ke empat manusia: kekuasaan.

Sejujurnya saya pun pernah mengalami hal seperti itu, terbrainwash oleh pihak tertentu. Kebetulan pihak tertentunya ini personal sih, bukan pihak yang merujuk pada sekumpulan orang. Bila bisa membandingkan, jelas sebelum dan sesudah dicuci otaknya sangat jauh berbeda keadaannya. Hmm.

Ada keuntungan yang didapat dari pengalaman terbrainwash ini, yang jelas menjadi jauh lebih ekstrim skeptisnya. Jauh lebih berprasangka dengan orang lain. Hmm nggak segitunya juga sih, mungkin lebih tepatnya memperisai diri ketika ada orang yang masuk ke inner circle. Hmm.

Selain itu, saya jadi berasumsi kalau kelemahan itu sifatnya nggak tetap. Karena kalau kita sadar kelemahan kita apa, kita jadi bisa menyiasatinya jika dihadapkan pada kondisi ‘lemah’ suatu hari. Seperti kata pepatah, keledai pun nggak akan jatuh ke lubang yang sama.

Tapi ada yang tiba-tiba saya takutkan. Takut kalau suatu saat, orang-orang yang mengetahui titik lemah saya, — termasuk pihak yang pernah mencuci-otak saya dulu, menggunakan titik lemah saya kembali, hanya dengan cara yang lebih halus, lebih lembut, sehingga tidak disadari oleh saya. Hmm.

Ya, saya jauh lebih takut dengan orang yang sudah mengenal saya cukup jauh. Bukan dengan orang asing yang baru dikenal. Saya takut dengan orang yang mengetahui seluk-beluk saya, dan kemudian menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Hmm.

Itulah salah satu kelemahan saya, yang saya akui paling lemah. Prasangka timbul seiring dengan kedekatan yang bertambah, bukan sebaliknya.

Tapi bagaimana dengan yang gagal dicegah, dan sudah terlanjur mengetahui kelemahan-kelemahan saya?

Insecure.

Written by Alderine

July 16, 2012 at 4:08 pm

Posted in Opini, Seputar Saya

Tagged with ,

Raw Materials

leave a comment »

Kamar saya berantakan. Sangat berantakan. Kertas-kertas bercampur baur, antara bekas corat-coret penurunan persamaan sinyal sistem, dengan berbagai surat. Surat? Ya, surat.

Surat-surat ini yang memenuhi kamar. Mulai lecek karena sering dibaca – diletakkan – dibaca – diletakkan. Surat ini bermacam-macam, ada yang satu surat hanya 2 kalimat di kertas A6, sampai ada yang berlembar-lembar kertas A4. Tapi satu hal yang membuat mereka sama, saya tidak pernah berniat memberikan surat-surat itu pada orang yang dituju. Kenapa ya? Malu? Bukan juga, tetapi mungkin juga.

Semua ini berawal dari produktifitas menulis (atau mungkin nyampah) di buku harian yang melejit drastis, semenjak, ehm ya taulah ya. Ditambah ditinggal ke Jakarta, saya jadi sering jalan-jalan sendirian, dan menemukan banyak hal menarik. Tapi sayang kapasitas buku terbatas, layaknya storage data, punya limit sob. Akhirnya notes di Handphone jadi sasaran. Tapi lama kelamaan cachenya pun penuh 😦 yak daaan akhirnya kertas-kertas putih tak berdosa itu pun menjadi korban.

Kemudian semua cerita itu berubah menjadi surat. Surat yang sepertinya lebih cocok ditujukan pada diri saya sendiri. Yang bercerita tentang buku aneh yang baru saja selesai dibaca, gadis bermata sayu yang ditemui di Rangga Malela, sampai pengakuan paling jujur tentang rasanya jatuh cinta (ehem).

Semua surat itu jujur, dengan bahasa yang sangat terburu-buru. Ya biasalah, kalau kata guru kimia saya waktu SMA, tangan dan pikiran tidak sejalan. Tangan baru sampai mana, eeeh pikiran udah lari sampai mana.

Yak ini dia postingan bingung. Bingung karena pengen nulis di buku harian tapi ga ada tempat. Di notes hape, cache nya udah penuh. Tanpa editan maupun pemanis. Makanya dikasih judul raw materials 🙂

Written by Alderine

July 15, 2012 at 3:44 pm

Posted in Seputar Saya

Tagged with ,

Identitas Diri, Pilih Apa?

leave a comment »

Setelah hidup menuju angka 19 tahun, saya baru memikirkan pertanyaan, apa yang benar-benar mencerminkan saya? Atau singkatnya, apa identitas saya?

 

Selama ini saya (nggak tau, dan nggak mau bahas orang lain kali ini) sering menggunakan hal-hal yang sifatnya semu untuk jadi identitas. Entah itu pas masih kecil disebut dengan si roda tiga gara-gara sepeda saya masih roda tiga yang buat bayi padahal saya udah TK, anaknya bu dokter (identitas orang lain dong), yang rumahnya itu, yang sering nangis, sampai menginjak masa sekolah jadi yang kerudungan, yang nilainya bagus, yang dst dst dst. Atau ketika udah mulai mengenal organisasi, afiliasi juga jadi identitas. Alde yang anak Pramuka, yang ikut DKM, yang waktu itu jadi sekretaris acara besarnya eASY, yang masuk ITB, yang aksel, yang FTI, yang ikut unit sepeda-sepedaan, yang HMFT, yang panpel PEMIRA, dst dst..

 

Tapi, apakah dengan orang melabeli saya seperti itu, kemudian saya menjadi seperti yang orang labelkan itu? Selamanya kah, atau hanya sekedar sambil lalu? Mencerminkan kah?

Dan bagaimana identitas diri saya? *jeng jeng*

aaaa komputernya dipake dulu deh sama kakak saya 😦

Written by Alderine

March 24, 2012 at 9:56 am

Posted in Seputar Saya

Tagged with ,