alderine

Sepatah Kata

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

So Busy Growing Up

leave a comment »

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang

Aku pernah gendut loh. Beratku dulu pas lulus SMA sekitar 66-67 kilogram. Tapi hampir nggak ada yang percaya kalau kenal sama aku baru sekarang-sekarang. Karena aku dulu lebih lebar, dekil, petakilan dan aku juga ga paham ini anak maunya apa sih? Masa SMP sampai tingkat 2 itu, ketika aku berumur sekitar 11-18 tahun. Rasanya baru kemarin aku menghadapi itu semua.

SMP-SMA: Masa paling petakilan
Aku dari SMP udah jadi spons informasi di sekitar sekolah, siapa mecahin galon, siapa sakit hari ini, jadwal dan rotasi guru. Kenapa sih kepo banget? Hmm nggak ngerti juga, tapi aku suka mengobservasi lingkungan sekitar.

SMP: dekil, lebar-lebar enyoy, udah bakat petakilan

SMA: yah bertualang lah dikit

Belajar gimana caranya jadi ibu-ibu gosip (sampai sekarang belom bisa)

Petakilan: Lagi olahraga aja sempet foto-foto

Lebar sis. Lebaaar.

Ya ngapain lah belajar. Mendingan main ayunan sis.

Daaaaan masuklah saya ke itebek. Jeng jeng. Dan teman saya komposisinya jadi 70% laki-laki. Hih.

TPB: Ya masih dekil, petakilan apalagi

TPB: kuliah mukanya kayak tisu bekas ngelap tangan abis makan pecel lele. Ya maklum lah pertama kali ngekos.

Sama temen SMA: Keliatan anak ITB ga tau cara pake baju yang bener gimana sik

TPB Semester 2: Kuliah sama keluar kosan beli somay bajunya masih sama

Candid kelas FTI-E: HIDUP ANAK KOSAN!!

Sama sis sis FTI yang cantik ngehitz

#MulaiNgeGeng1

#MulaiNgeGeng2: bajunya masih kayak ke warung beli sabun

#MulaiNgeGeng3: ikut kepanitiaan, nontonin aktivis dari macem macem kampus lagi pada kajian

#MulaiNgeGeng4: some of them priceless!

Geng RBL Semeter 2: Udah tau pake baju yang bener

Geng RBL Semester 2: PETAKILAN, muka ga ada yang bener

Praktikum Kimia Dasar Terakhir dalam hidup..

FTI-E: bagian hidup di ITB ketika cewek cowoknya masih fifty-fifty

Pasar Seni ITB ke 10: 10 Oktober 2010

Petakilan: Biar dekil yang penting jalan-jalan Men

TPB – tingkat 2: petakilan juga sih tapi mendingan lah ya

pembajuan wirasewaka

Ga(y)-thering kaskuser CA – ITB

We love to ride

We love to bike. We are GANESHA BICYCLER

Meski lagi osjur, kami anak Indonesia yang bahagia 😀

Hukuman osjur: tapi jangan lupa foto-foto (notice Im the only girl there :p)

sista 2010 abis dilantik

Dies HMFT 58: Selamat ulang tauuun!!! BANZAAI

Ciee anak himpunan ciee (pas masih rajin pake kacamata)

Mungkin bedanya, petakilannya diarahkan ke… jalan jalan?

Main ke Pasar Malam Bersama

Foto di tengah hutan, Teluk Hijau, Banyuwangi. Medannya susah coy, banyak batang pohon tumbang

Belajar skill baru: bilyard

Foto kelas sama Bapak yang sekarang jadi pejabat

Punya pacar! Ciye ciyee~ Itu mz yang kotak kotak apus aja deh dari foto

PAPANDAYAN: Yaa lebar buntelan baju sih kalo ini

After all this time, after all sufferings, after all happiness, and everything going on now, that makes me who I am.

Alde yang sekarang, umur 21, belum punya kerjaan tetap, kadang masih petakilan juga sih tapi nggak di tempat umum.

To be continued: The journey to grow up

Advertisements

Written by Alderine

April 21, 2015 at 7:09 pm

Posted in Uncategorized

What I learned from teaching English in North Korea

leave a comment »

ideas.ted.com

Born and raised in Seoul, Suki Kim posed as an English teacher at an all-male university in Pyongyang run by evangelical Christians; she spent six months teaching the 19-year-old sons of North Korea’s ruling class. In this excerpt from her investigative memoir, she describes the experience.

“Essay” was a much-dreaded word among my students. It was the fall of 2011, and I was teaching English at Pyongyang University of Science and Technology in North Korea. Two hundred and seventy young men, and about 30 teachers, all Christian evangelicals besides me, were isolated together in a guarded compound, where our classes and movements were watched round the clock. Each lesson had to be approved by a group of North Korean staff known to us as the “counterparts.” Hoping to slip in information about the outside world, which we were not allowed to discuss, I had devised a lesson on essay writing…

View original post 1,524 more words

Written by Alderine

March 24, 2015 at 5:26 am

Posted in Uncategorized

Katanya sih Gitu,

leave a comment »

Jung Explorer Test
Actualized type: INTP
(who you are)

INTP – “Architect”. Greatest precision in thought and language. Can readily discern contradictions and inconsistencies. The world exists primarily to be understood. 3.3% of total population.

Preferred type: INTJ
(who you prefer to be)

INTJ – “Mastermind”. Introverted intellectual with a preference for finding certainty. A builder of systems and the applier of theoretical models. 2.1% of total population.

Attraction type: INTP

(who you are attracted to)

INTP – “Architect”. Greatest precision in thought and language. Can readily discern contradictions and inconsistencies. The world exists primarily to be understood. 3.3% of total population.

Take Jung Explorer Test
personality tests by similarminds.com

Jungian Functions Test Results

Te (Extroverted Thinking) |||||||||||||||||| 75%
Ti (Introverted Thinking) |||||||||||||||||||||| 100%
Ne (Extroverted Intuition) |||||||||||||||||||| 85%
Ni (Introverted Intuition) |||||||||||||||| 70%
Se (Extroverted Sensing) |||||||||| 35%
Si (Introverted Sensing) |||||||||||||||||||||| 100%
Fe (Extroverted Feeling) |||||||||||||| 60%
Fi (Introverted Feeling) |||||||||||||||| 70%

Take Free Jungian Functions Test
Personality Test by SimilarMinds.com

Written by Alderine

March 13, 2015 at 4:11 am

Posted in Uncategorized

PIALA DUNIA ‘82 DAN LANDREFORM

leave a comment »

Soedoet Pandang

gusdur muda

Oleh Abdurrahman Wahid


baik perebutan Piala Dunia 1982, maupun perebutan tanah lahan pertanian sepanjang masa, selalu dimenangkan oleh ‘tim negatif’.

 

Sungguh mati, kawan satu ini membuat bingung orang. Ia mengajukan teka-teki aneh: apakah persamaan antara perebutan Piala Dunia sepakbola untuk tahun 1982 ini dan landreform?

Siapa tidak garuk-garuk kepala mencari hubungan antara dua hal yang begitu berbeda itu.

Menurut jenius kampungan ini (dan semua jenius memang kampungan), ada satu watak pertandingan-pertandingan ‘Mundial 1982’ di Spanyol sekarang. Yakni menangnya pola ‘bermain bola negatif’.

World Cup 1982 Logo

Contohnya: Bagaimana mungkin kesebelasan Jerman Barat, yang harus main sabun untuk bisa lolos ke putaran kedua, setelah kalah dari kesebelasan tingkat sedang Aljazair, dan hanya mampu mencapai semifinal karena perbedaan selisih gol, kenapa kesebelasan macam itu bisa memiliki peluang sangat besar untuk jadi juara?

Italia juga bermain negatif, dan itu dilakukannya dengan Cattenaccio. Ia cenderung mencari kelemahan lawan, lantas mempertaruhkan serangan balik sebagai kelebihan.

Demikianlah…

View original post 249 more words

Written by Alderine

June 24, 2014 at 7:44 am

Posted in Uncategorized

It’s Okay (2009)

with 2 comments

Likely k-pop lain yang saya suka, saya tau lagu ini pertama kali saat main game Audition Ayodance (bukan promosi). Karena core game ini yang buat memang South Korea, wajar saja kalau semakin ke sini, lagu yang mengisinya 90% K-Pop. Tapi saat ini saya sudah jarang mengupdate dan bermain, selain karena sibuk, saya rasa K-Pop makin ke sini kehilangan ciri khasnya.

Saya memang penggemar rapper asal Asia. Jika di K-Pop, saya cenderung pada 3 grup, Epic High (sayangnya udah bubaran sekarang), Mighty Mouth, dan Untouchable. Nggak seperti remaja penggemar K-Pop kebanyakan yang suka K-Pop entah karena dramanya, keseksian dance para girlband, atau ke-metroseksualan mas-mas boyband. Saya malah nggak begitu absorb dengan drama, girlband, apalagi boyband. Saya suka yang punya beat-beat khusus seperti 3 diatas yang telah saya sebutkan, juga 2NE1 yang beraliran sama.

Setelah sekitar 3 tahun dengar lagu ini, baru sekarang saya buka MVnya. Dan diluar ekspektasi, bagus. Ekspektasi saya cukup buruk karena sebelumnya Untouchable duet sama mbak Narsha yang dari BEG, di lagu Living in the Heart, tapi videonya jelek, nggak bagus lah pokoknya. Ternyata MV ini, artistik sekali. No plausible make-up. No too much hair styles. Just a great scene of a girl. Natural sekali. Memang 2009 belum era K-Pop menjadi seperti sekarang. Selain itu, dari lirik lagunya, ya biasa aja sih sebenernya, tapi nggak terlalu berlebihan lah. Beatnya juga cukup enak untuk ukuran lagu cinta.

Selain lagu ini, Sleepy juga duet sama mbak Hwayobi di lagu Kiss Kiss Kiss. Di lagu ini MV nya biasa aja sih, cuma seperti sepasang suami istri baru menikah lagi honeymoon. Meskipun judulnya Kiss Kiss Kiss, nggak banyak adegan ciuman kok, cuma di 6 detik terakhir, itu pun cuma sebentar. Dan yang saya suka, tetap, beatnya nggak terkalahkan 🙂

Written by Alderine

August 7, 2012 at 4:35 am

Posted in Uncategorized