alderine

Sepatah Kata

Lupa Bernafas

leave a comment »

Aku lupa caranya bernafas.
Kemudian aku berteriak melolong. Megap-megap lalu menggelepar. Seperti ikan yang terlempar ke darat. Tempat ini asing, aku lupa caranya bernafas.

Aku lupa caranya bernafas.
Lalu mereka yang mendengar lolongan itu berkerumun. Menghembuskan oksigen. Mencoba memberi oksigen. Yang akhirnya sia-sia, hanya menjadi hembusan angin menari di pipi, menyapu tenggorokan tanpa pernah sampai ke alveoli.

Percuma, aku lupa cara bernafas.

Meski aku sangat ingin bernafas lagi. Tapi waktu mengantarkanku pergi.

Pelesiran, 17 September 2010
00:03, tengah malam yang menyesakkan.

Advertisements

Written by Alderine

September 16, 2013 at 5:05 pm

Posted in Prosa Prematur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: