alderine

Sepatah Kata

Cinta yang Tumbuh Bersama Waktu

leave a comment »

Bagi saya cinta itu perlu waktu. Minimal hingga kelas 4 SD saya sadar betapa mama rela melakukan apa saja demi yang terbaik untuk anak-anaknya. Atau dalam hal lain, cinta datang seiring bulan yang terus berganti dalam kebersamaan.

Waktu yang menyembuhkan. Waktu juga yang menumbuhkan.

Begitu pula dengan seorang ibu. Saat mengandung selalu bersama. Tiap jam. Tiap menit, detik. Bersama dalam tiap hembusan nafas.

Tak peduli betapa sakit itu menyayat-nyayat. Segalanya dilakukan. Penuh kehati-hatian demi kesempurnaan masa depannya.

Maka saat ia hadir dengan tangis yang memecah kesunyian. Itu bukan sekedar cinta pada pandangan pertama. Ibunda telah mempertaruhkan nyawanya demi kehadiranmu di dunia ini..

Dan jangan lupakan. Ibunda lah yang menyaksikan ia tumbuh besar. Yang menangkupkan tangan penuh kerendah hatian memohon kepada Tuhan. Yang menyelipkan namanya dalam setiap sujudnya.

Anakku. Saat kau dewasa nanti. Jangan lupakan ibunda bahwa kaulah segalanya bagiku. Kau tak pernah benar-benar sendiri. Kau selalu memilikiku sebagai tempat kembali.

15 Desember 2012
terinspirasi dari mama kucing himpunan :”

Advertisements

Written by Alderine

December 15, 2012 at 11:32 am

Posted in Prosa Prematur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: