alderine

Sepatah Kata

My Childhood Diary: Part1 – Dreams

leave a comment »

Kali ini pulang karena dapat very-very long weekend, dari rabu siang terakhir kuliah jam 12, sampai kuliah lagi hari selasa pagi jam 7. Very-very long, isnt it? Selain itu mama bilang mau masak spesial karena saya ulang tahun ke-19. Okay, demi penghematan uang 5 hari dan masakan mama, apa sih yang nggak šŸ™‚

Selalu ada saja hal baru yang menginspirasi saat pulang ke Bogor. Liburan ini bongkar-bongkar lemari dan membuka buku harian yang pertama, kelas 2 SD. Membaca halaman pertama membuat saya tertegun dan mem-flashback perjalanan cita-cita saya.

Alderine Kuswardhani
SD Negeri Polisi 1 Bogor – SMP Negeri 1 Bogor – SMA Negeri 1 Bogor
Teknik Geologi / GeoFisika – Institut Teknologi Bandung

Yah untungnya sekarang nggak jauh-jauh amat, sekarang ada di sini. Teknik (Geo)Fisika Institut Teknologi Bandung. Nggak jauh-jauh amat dari nama, dari isi kuliah mah jauuh hahaha.

Tentang cita-cita, umumnya seorang anak kecil memilikinya, bukan?

Cita-citaku yang pertama adalah seorang vulkanolog. Dan bertahan paling lama, setidaknya hingga aku SMP kelas 2 (atau anakĀ sekarangĀ bilang kelas 8). Sejujurnya mungkin setelah dipikir-pikir lagi, cita-cita ini sangat terpengaruh dari pekerjaan ayah.

Ayah seorang Forestry Engineer, atau insinyur kehutanan. Fokus di bagian research, teknologi perbenihan (seeding technology). Doctoralnya di bioengineering, rekayasa benih. Menarik ya, ayah saya benci fisika dan matematika, tapi saya malah di jurusan yang isinya 2 hal tersebut.

Bukan bidangnya yang membuat saya bercita-cita menjadi vulkanolog. Tapi bagaimana ia bekerja. Dari hutan yang satu ke hutan yang lain, mengumpulkan benih. Lalu menganalisis di lab, mencoba membuat prototype tumbuhan di kebun belakang kantornya, dan kembali lagi ke hutan, menyemai benih-benih. Kelihatannya asik. Dan persepsi saya tentang bagaimana seorang vulkanolog bekerja pun demikian.

Seorang vulkanolog pergi ke area kawah aktif. Ke area pegunungan yang erupsinya efusif. Menganalisa lapangan, sejauh mana batuan terhambur ke luar. Membawa beberapa sampel batuan untuk dianalisis kandungannya, lalu mencari tahu dari lapisan mana ia berasal. Dan kemudian mensimulasikan lagi, bagaimana erupsi terjadi dari berbagai sudut pandang. Setidaknya itu yang didapat dari menonton acara televisi di TVRI.Ā Seems very cool to me.

Selain karena caranya bekerja, saya juga suka vulkanologi karena rumah saya di Bogor. Di daerah timur laut ada Gunung Putri. Geser lagi ke timur ada Gunung Gede-Pangrango yang menjulang dari timur laut sampai tenggara. Di sebelah selatan, yang sangat jelas terlihat dari rumah ada Gunung Salak, dengan Gunung Halimun di sebelah Barat Daya. Di dekat rumah saya sendiri, daerah Jasinga, 80 kilometer dari rumah (dekat karena dulu sama-sama Kabupaten Bogor Barat, jarak sih jangan ditanya), ada Gunung Bunder. Nggak likely Gunung sih mungkin lebih mirip bukit.

Kita hidup di bumi ini, tentu kita harus mengenal bumi ini. Dan bersahabat dengan bumi ini, bukan menaklukkannya. Itu pesan mama. Mama juga suka berkebun. Dan daerah rumah saya, daerah Bogor Barat, bukanlah daerah kota (dulu). Belakang rumah ada sungai sepinggang yang saaangat jernih, dan sawah berhektar-hektar yang sekarang sudah jadi perumahan. šŸ˜¦ Dan daerah Kabupaten Bogor Barat, dari Ciampea sampai perbatasan dengan Provinsi Banten, sekarang masih hutan yang belum terjamah orang kota. Tapi mungkin untuk illegal logging saya nggak bisa jamin, karena pohon-pohon di sana banyak yang dijual. Kata ayah, satu pohon bisa jadi 3 rumah!

Dengan latar masa kecil yang begitu, saya sangat ingin menjadi seorang vulkanolog. Be a mother of earth. Mengabdi pada Ibu pertiwi.

Namun sayang, restu ayah menghalangi. Dua alasan. Yang pertama, karena ia tak ingin anaknya merusak bumi dengan bekerja di perusahaan tambang. Untuk alasan ini saya masih punya argumen, karena saya ingin di area vulkanologi, bukan mineralogi. Alasan kedua, karena saya perempuan. Tak seharusnya pergi berbulan-bulan meninggalkan rumah. Untuk alasan ini saya tak berkutik, apalagi? Ya sudahlah.

Setelah itu saya masih melewati fase-fase cita-cita transisi. Menjadi guru fisika. Nggak boleh juga, walaupun yang ini masih bisa diusahakan. Menjadi astronom. Nggak boleh juga, susah cari kerja katanya. Lalu yang sekarang. Pembangkit listrik, uap, geothermal, dan gas alam. 4 hal itu passion saya saat ini. 4 hal itu yang mengantar saya ke Fakultas Teknologi Industri. Mempertimbangkan 2 jurusan, Teknik Kimia dan Fisika Teknik. Dan akhirnya saya memilih Fisika Teknik. Setelah bimbang ingin kesana kemari. Ā Dengan lobby-lobby pada ayah yang entah sangat sulit sekali.

Namun Tuhan selalu memberikan yang terbaik. Memberi jalan agar aku bisa memilih yang benar-benar aku inginkan. Instrumentasi. Begitu luas bidang yang menggunakan instrumen, tentu aku bisa pergi ke manapun yang aku inginkan.
Mudah-mudahan, aku mendapat apa yang terbaik untukku, dan orang-orang sekitarku. Amin šŸ™‚

Advertisements

Written by Alderine

November 17, 2012 at 3:40 am

Posted in Seputar Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: