alderine

Sepatah Kata

Archive for September 2012

Makes Me Think

leave a comment »

Di sela-sela menuju ujian Fisika Material besok sore, tiba-tiba teh Adinda Bunga Juwita alias Bije memberikan tautan sebuah website yang benar-benar sesuai namanya. Makes Me Think.  Ceritanya cukup mengharukan. Namun ada satu yang paling menarik perhatian saya.

‘Today, marks the five year anniversary of her death. And even though it’s a beautiful warm and sunny day, and five whole years have passed, when I sit alone and think of her smile, it makes me cry. MMT’
link

Yap benar-benar makes me think. Entah saya yang sudah terlalu diliputi keraguan atau bagaimana, setidaknya sejak enam atau lima tahun yang lalu, saya pikir tidak ada seorang laki-laki yang benar-benar mencintai seorang perempuan, sebagaimana seorang perempuan mencintai laki-lakinya. Setidaknya karena demikian yang saya temui dalam hidup.

Mungkin karena ayah-ibu saya tidak terlalu hangat, atau mungkin kehangatannya tidak terlihat oleh saya. Mungkin karena saya sendiri belum pernah menemui yang seperti itu pada saya. Mungkin, mungkin, mungkin, terlalu banyak hal yang menyempitkan pandangan saya, sehingga judgement saya salah.

Padahal apa hak saya menilai demikian? Toh saya belum pernah bertemu dengan seluruh laki-laki di dunia ini. Atau minimal, saya belum pernah bertemu dengan laki-laki yang mencintai saya sedemikian, tidak juga ayah dan kakak saya. Atau bisa saja sebenarnya saya salah persepsi, bahwa sebenarnya begitu banyak laki-laki yang demikian (termasuk ayah dan kakak saya), hanya saja saya salah menilai dari pola interaksi yang rumit itu. Dan lebih jauh lagi, saya bukan Tuhan yang dapat membaca kedalaman hati seseorang, bukan?

Lalu jika demikian mengapa saya begitu berani mencapai konklusi demikian? Toh saya tidak berkapasitas menilai orang lain.

Makes me think. Succesfully.

Written by Alderine

September 26, 2012 at 1:11 pm

Posted in Seputar Saya

Anakku

with one comment

 

Saat engkau tertidur
Kupandangi wajahmu
Masih inginku mendekapmu
Masih inginku menciummu

Tak pernah kusadari
Waktu cepat berlalu
Kini engkau menjadi besar
Kini engkaulah harapanku

Tumbuh,
Tumbuhlah anakku
Raihlah cita-citamu,
Jangan pernah engkau ragu, sayang
Doaku slalu bersamamu
Membuat aman di hidupmu

——————————————————–

Meskipun pagi-pagi saya ngepost tentang anak, tenang, saya baik-baik saja kok. Pertama kali mendengar lagu ini ketika SMA, kelas 2, lupa sih tahun pertama atau kedua. Waktu itu Pak Anwar, guru biologi saya memutar video ini

 

Ditambah saya baru saja membaca kakawin Ramayana. Ada satu bagian yang mengesankan, ketika Shinta pergi dari kerajaan Ayodya dalam keadaan hamil, karena rakyatnya dan Rama meragukan kesetiaannya. Akhirnya Shinta pergi hingga ke tepi Sungai Gangga, dan membesarkan kedua anak kembarnya, Lawa dan Kusa, seorang diri.

Somehow menjadi ibu itu cita-cita saya. Tapi menjadi istri malah belum kepikiran, hahaha. Mudah-mudahan aku bisa seterampil mama dalam mengurus rumah tangga, dan setegar Shinta dalam membesarkan anak. Amin 🙂

“Tumbuh, tumbuhlah anakku..”
Vina Panduwinata

Written by Alderine

September 1, 2012 at 11:19 pm

Posted in Seputar Saya