alderine

Sepatah Kata

Bertanya-Tanya tentang Pertanyaan

with one comment

Sejak kecil, aku sering bertanya. Tentang semua hal. Memang, aku tak selalu mendapat jawaban. Tapi aku tak pernah jemu untuk bertanya.

Pernah aku bertanya pada ibuku, dari mana aku berasal. Mengapa manusia bisa dilahirkan dari rahim seorang perempuan. Ibuku hanya menjawab, suatu saat nanti, aku akan mengerti, dan mendapat jawabannya sendiri. Sekarang tentu aku mengerti, meski masih sebagian.

Pernah juga aku bertanya, apakah hidup ini nyata. Bagaimana jika ini semua hanya mimpi? Atau sebenarnya, kita tak lebih dari sebuah tokoh yang jalan ceritanya sudah diatur dan ditonton oleh makhluk lain, seperti kita menonton televisi? Aku menanyakan dan memikirkan semua hal itu sambil berloncat-loncatan di tempat tidur, menampar-nampar pipi dan mencubit lengan sendiri, berharap jika hidup ini memang hanya sebuah mimpi, aku akan segera terbangun. Kenyataannya tidak, aku tetap terjebak dalam kehidupan yang belum kumengerti apa (sampai sekarang).

Saat pertama kali menjejak kaki di kampus ganesha, ada sebuah tempat yang sangat menarik buatku, terlebih tulisan yang terukir. Plaza Widya Nusantara.

Tempat ini diberi nama

PLAZA WIDYA NUSANTARA

supaya tempat ini menjadi tempat anak bangsa menimba ilmu, belajar tentang sains, seni, dan teknologi

supaya kampus ini menjadi tempat bertanya dan harus ada jawabnya

supaya lulusannya bukan hanya menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa

Bandung, 28 Desember 1998

Rektor Institut Teknologi Bandung
Prof. Wiranto Arismunandar

Tempat bertanya, dan harus ada jawabnya. Maka, kurang lebih dalam hidupku, aku bahagia, dengan siklus ingin tahu – bertanya – mencari jawaban – ingin tahu lebih lagi. Aku mendapat kesenangan dari rasa ingin tahu yang terpuaskan. Aku menjadi tidak mudah percaya pada informasi, atau skeptis menurut bahasa dosen-dosenku. Dengan demikian aku menjadi tidak mudah dikelabui. Sungguh mujur, banyak sekali keuntungan yang didapat dari rasa ingin tahu ini.

Aku bersyukur memiliki rasa ingin tahu ini, setidaknya sampai hari ini.

Advertisements

Written by Alderine

August 7, 2012 at 4:26 am

Posted in Opini, Seputar Saya

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Reblogged this on adrianpradana and commented:
    tidak ada tempat untuk bigot di ITB

    alasannya? baca kembali apa yang tertulis di Plaza Widya Nusantara

    adrianpradana

    November 14, 2012 at 1:21 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: