alderine

Sepatah Kata

Inisiatif

leave a comment »

(Kamis, 21 Juni 2012)

Setelah kuliah pemrosesan sinyal berakhir, mendekati jam 4 sore. Aku bergegas, karena ingin pulang ke Bogor. Aku berjalan dari kampus menuju halte di depan Rumah Sakit Borromeus, menunggu bis kota Damri yang mengantar ke terminal Leuwi Panjang.
Jalanan cukup ramai. Agak lama aku menunggu, sekitar 35 menit akhirnya muncul juga bis kotak yang beroperasi sejak tahun 60’an itu.

Bis cukup penuh. Beberapa penumpang sudah berdiri. Aku pun tidak kebagian tempat duduk. Namun tiba-tiba seorang akang-akang berdiri dan mempersilakan aku duduk. Aku mengucap terima kasih. Kucuri-curi pandang, mencoba mencari informasi tentang dia yg memberikan aku tempat duduk.

Aku memulai dari jaketnya. Jaketnya, jaket yang menunjukkan afiliasi pada organisasi tertentu. Rohis dari SMA yang paling bergengsi seantero kota kembang, persis seperti milik seniorku. Kutaksir lagi ia adalah mahasiswa tingkat 4. Namun aku tidak memperhatikan wajahnya. Biar Tuhan saja yang membalas kebaikannya.

Jalanan cukup lancar. Tak terasa dari Jalan Juanda — atau lebih dikenal dengan Dago, sudah meluncur saja ke Pasar Baru. Seperti biasa, jalanan di Pasar Baru cukup padat. Tak lama kemudian, banyak penumpang-penumpang baru dari Pasar Baru naik bis damri ini. Beberapa saat kemudian, naiklah seorang ibu-ibu ke atas bis damri yang menuju Leuwi Panjang ini.

Aku sudah pernah bertemu beberapa kali dengan ibu-ibu ini sebelumnya. Ibu-ibu ini berdagang di Pasar Baru, terkadang mengajak cucu laki-lakinya ikut. Ia pulang sore hari menuju Soreang, sedang datang pukul 8 pagi. Tanpa pikir panjang, aku berdiri kemudian mempersilakan ibu-ibu itu duduk di tempatku.

Mangga calik, ibu..” (silahkan duduk, ibu)
Aduh, neng geulis, hatur nuhun” (aduh, dik, terima kasih banyak)
Bade ka Soreang, ibu?” (mau ke Soreang, bu?)
Sumuhun, geulis. Geus rengse kuliahna? Bade uih ka Bogor?” (betul, dik. Sudah selesai kuliahnya? Mau pulang ke Bogor?)
Sumuhun, ibu..” (Betul, ibu..)

Dan kemudian kami berbincang chit-chat saja, tentang dagangannya hari ini, cucu laki-lakinya, ‘pameugeut’ nya, namun ternyata ibu-ibu ini terlihat cukup lelah hingga ia terkantuk-kantuk.

Tapi tidak lama, setelah aku mempersilakan ibu-ibu itu duduk, tiba-tiba para bapak-bapak dan laki-laki lain yang tadinya duduk dengan adem ayemnya, tiba-tiba berdiri. Menawarkan para mbak-mbak — yang rata-rata masih muda, untuk duduk. Padahal mereka sudah berdiri sejak di Dago, dan ini sudah sampai Tegallega. Cukup jauh, setengah lebih perjalanan sudah terlewati. Tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini di bis damri selama 2 tahun. Biasanya mereka hanya duduk tanpa rasa bersalah, atau malah tidur, pura-pura tidak tahu, tidak melihat, atau tidak sadar.

——————————————————–

Ah, ironis. Sudah lunturkah budaya timur di kota kembang ini, mempersilakan orang tua dan wanita untuk lebih dahulu duduk?

Atau mungkin mereka malu, meski ini hanya asumsi. Asumsi loh. Saya tegaskan lagi, hanya asumsi. Karena beberapa hari kemudian saya naik damri, tetap saja keadaannya begitu. Bapak-bapak, akang-akang, jarang sekali yang mempersilakan duduk seorang lanjut usia, ataupun ibu-ibu yang membawa anaknya.

Mungkin, budaya Timur ini sudah luntur. Budaya Timur yang menghormati orang yang lebih tua, serta wanita.

Atau mungkin mereka butuh trigger. Di sinilah diperlukan inisiatif dari kita. Inisiatif untuk tetap melestarikan budaya-budaya timur yang sopan, beretika, dan nyaman.

Saya jadi teringat ketika MOS masuk SMA tahun 2008 dulu. Teriakan-teriakan mereka (senior) bergaung lagi. ‘Manaa inisiatifnya?’, ‘Kalo ngomong dipikir dulu!!’, ‘Jangan kelamaan mikir, bertindak!!’, ‘Jangan cuma ngebebek doang bisanyaa!!’

Terutama kalimat terakhir, jangan cuma ngebebek doang bisanya. Ah saya rasa membebek dalam kebaikan tidak ada salahnya. Apalagi jika kita melakukan kebaikan dan ‘dibebeki’ oleh orang lain. Maka dari itu, inisiatif sangat diperlukan.

Mungkin, alumni SMA saya pun akan berpikir hal yang sama melihat para mas-mas yang tiba-tiba berdiri itu. Ingin berteriak, ‘Bebek lu semuaa!’ 🙂

Advertisements

Written by Alderine

June 26, 2012 at 3:10 am

Posted in Opini, Seputar Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: