alderine

Sepatah Kata

Sebersit Surat untuk Ilalang

leave a comment »

Ayah dan aku suka sekali menggambar rimbunnya pemandangan di kaki gunung. Namun kami berbeda. Ayah pengagum pohon yang tegar seperti pinus, maka aku diberi nama alder — salah satu varietas pinus favoritnya. Namun aku pengagum ilalang.

Ilalang tak pernah mengeluh, ia sudi untuk tumbuh di mana saja. Di hutan hujan penuh lumut dan paku. Di padang rumput, tempat para kelinci bersembunyi dari predator yang bernafsu memburunya. Hingga di bebatuan, merintis peradaban ekologis bagi spesies lainnya.

Ilalang tegar. Meski tubuh rapuh, — tak sekuat pinus atau pohon lainnya, ilalang tetap tumbuh menjulang. Menyiasati angin yang berhembus dengan tarian meliuk-liuk, meniupkan spora ke berbagai penjuru, menebarkan harapan hidup baru.
Ilalang tanpa segan bertahan dihempas hujan badai. Tetap menyongsong teriknya matahari meski batang mulai mengering.

Ilalang merunduk. Ilalang tak peduli jika tak ada yang memuji, bahkan ilalang yang malang terinjak-injak.

Ya, aku si pengagum ilalang.

Advertisements

Written by Alderine

June 12, 2012 at 5:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: