alderine

Sepatah Kata

4 Tahun

leave a comment »

4 tahun tak pernah terasa ketika mencinta,
namun 4 tahun seakan mengekang ketika menunggu.

4 tahun. Whats so special?

4 tahun. Rata-rata waktuku mencinta, sebelum akhirnya sadar jika tak ada yang abadi. Entah, mungkin Tuhan suka memberiku kesempatan untuk jatuh dan bangkit lagi. Agar kelak aku berdiri tegak, menatap langit tanpa rasa ragu menyertai.

Seperti dulu saat aku belum mempersempit makna cinta. Dunia begitu luas, alam semesta tak pernah memusuhiku.

Adakah saat ini aku sedang mencinta? Ah, aku tak ingin terburu-buru lagi mengeja cinta. Biar waktu yang menjawabnya.

Lalu apa yang aku tunggu? 4 tahun. 4 tahun.

4 tahun dari saat ini. Adakah aku sudah menjadi seorang sarjana teknik? Sudahkah aku mengulas senyum di wajah ayah ibuku? Sudah siapkah aku mempertahankan idealisme dalam profesi? Siapkah aku mengejawantahkan ilmu rekayasa demi pembangunan fasilitas yang merata — bukan tergiur akan godaan proyek yang hanya menguntungkan segelintir kaum borjuis saja?

4 tahun. Waktu yang cukup relatif. Relatif lama untuk menunggu, relatif singkat untuk mempersiapkan.

Advertisements

Written by Alderine

June 11, 2012 at 6:19 pm

Posted in Seputar Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: