alderine

Sepatah Kata

Mujur

leave a comment »

Sungguh mujur, aku terlahir bukan dari keluarga yang kaya raya.
Hingga aku tersadar bahwa tiap rezeki yang mengalir adalah hasil jerih payah dan tetes keringat.
Hingga aku bersyukur menikmati tiap rezeki yang telah dirahmatkan kepadaku.

 

Sungguh mujur, aku tidak dilahirkan dengan paras yang amat rupawan — biasa saja.
Hingga aku paham apa itu persahabatan.
Hingga aku mengerti, apa itu cinta, yang tak ternoda keindahan fisik semata.

 

Sungguh mujur, tak selamanya hidupku berjalan mulus.
Kadang di atas, kadang di bawah.
Hingga aku mencoba tuk bangkit lagi setelah terpuruk.

 

 

Mujur. Sangat mujur. Dan aku bersyukur

Advertisements

Written by Alderine

June 1, 2012 at 6:39 am

Posted in Prosa Prematur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: