alderine

Sepatah Kata

Naluri Dini

leave a comment »

Fajar belum jua genap, terlalu dini untuk menyingkap kabut.
Tak terlihat, berbalut halimun menusuk tulang,
dibatas tabir kelam sejauh pandang, nun tergambar keangkuhan alam.

 

Tak perlu menunggu fajar, biar naluri yang meraba.
Sepasang tangan menyampaikan pesan, meski sebatas persepsi inderawi.

Ikuti saja kaki ini melangkah, dituntun sepotong hati yang mengikuti insting hewani.

 

Meski gelap, waktu terus bergulir. Jangan siakan waktu, tentu jalan ini tak berubah banyak, masih sama seperti yang dulu.

Bandung, 2 Mei 2012
03:43:11

Advertisements

Written by Alderine

May 1, 2012 at 10:57 pm

Posted in Prosa Prematur

Tagged with

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: