alderine

Sepatah Kata

Selagi Hari Terang, Aku Akan Selalu Ingat

leave a comment »

While The Light Lasts — Agatha Christie

Kumpulan cerpen ini merupakan satu-satunya buku Agatha Christie yang saya punya πŸ™‚ Kebetulan saya jarang beli buku, lebih suka parasit buat pinjem orang atau perpustakaan atau sekalian cari e-booknya. Tapi buku ini jaman saya masih SMP kelas 1 (atau kelas VII nyebutnya, hehe), saat e-book belum se widely used sekarang.

Meskipun bukan Agatha Christie pertama yang saya baca, buku ini merupakan salah satu Agatha Christie favorit saya. Buku ini tidak banyak mengisahkan pembunuhan yang psikopat maupun sadistik khas Agatha, tapi lebih banyak menonjolkan sisi psikologis manusia. Meski mungkin juga bercerita tentang kematian, tapi lebih banyak karena faktor psikologi si pemeran. Saya rasa salah kalo dibaca anak dibawah umur, karena saya sendiri pas baca pertama kali agak traumatik juga sama kontennya πŸ™‚

Ada 9 cerita di kumpulan cerpen ini, dan temanya macam-macam juga. Ada yang bertema petualangan seperti Petualangan Puding Natal (Christmas Adventure), Sang Aktris (The Actress) dan Manx Gold, sayang dua cerita ini nggak recommended karena adventurenya level anak kecil, nggak se kompleks Dan Brown sekarang, mungkin karena faktor cerpen juga. Ada juga yang tentang misteri pembunuhan, Misteri Peti Baghdad (The Mystery of the Baghdad Chest), yang munculin Hercule Poirot. Walaupun cuma satu yang pake bunuh-bunuhan tapi masih menggunakan alur khas Christie. Ada juga yang temanya romance macem Dewa yang Kesepian (The Lonely God) dan Selagi Hari Terang (While the Light Last). Menurut gue dua cerita ini, apalagi yang The Lonely God, bagus banget πŸ™‚

Ada quotes bagus dari cerita While the Light Lasts, yang juga saya suka πŸ™‚

While the light lasts, I shall never forget.
After the dark comes, I will always remember.

— While the Light Lasts, Agatha Christie

 

Tapi cerita favorit saya di buku ini ada 3, belum dibahas sama sekali. Temanya nggak jelas apa, romance nya ada, bunuh-bunuhan nggak tapi ngomongin kematian, cemburu, sakit jiwa, yah begitulah.

Favorit saya yang pertama Di Balik Dinding (Within the Wall). Sampai sekarang pun alurnya masih bikin penasaran. Gelap banget, terlalu banyak analogi yang nggak bisa dijelasin. Ceritanya tentang pelukis yang terjebak dalam cinta segitiga. Endingnya nggak jelas, diakhiri dengan teka-teki belum terpecahkan yang dibahas hampir seabad kemudian sampai sekarang (dari tahun 1926). Β Teka-tekinya itu’

Dalam dinding seputih susu,
dalam tirai selembut sutra,
bermandikan laut sejernih kristal,
muncullah apel emas.

Bahkan pembahasan tentang apel emas ini nggak habis-habis sampai sekarang.

Selanjutnya Tepi Jurang (The Edge) dan Rumah Impian (The House of Dreams). Dua cerita ini bener-bener bahasannya antara cinta dan psikologis manusia.

Buat remaja yang menuju dewasa, yang masih newbie masalah Agatha Christie, buku ini kumpulan cerpennya cocok banget buat jadi starter.

Advertisements

Written by Alderine

April 7, 2012 at 3:24 am

Posted in Buku dan Sastra

Tagged with ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: